Kuliah Iftitah Bersama Sekjend Kementerian Agama RI Prof. Dr. Phil. H. Muhammad Nur Kholis Setiawan, M.A

(12/09/2019) Mengawali perkuliahan Tahun Akademik 2019/2020, Civitas Akademika IAIN Curup, Pascasarjana IAIN Curup, melaksanakan kegiatan kuliah iftitah dengan tema Internalisasi moderasi Islam dalam pendidikan guna menjawab tantangan di Era Revolusi 4.0.

Sambutan Rektor IAIN Curup, Dr. Rahmad Hidayat, M.Ag, M.Pd menyampaikan; 1. Kedatangan Sekjend Kementerian Agama RI adalah keberkahan bagi civitas IAIN Curup, melihat agenda beliau yang padat, tetapi masih bisa datang memberikan gagasan untuk kemajuan IAIN Curup kedepannya.,

2. Perjalanan IAIN Curup dalam dewasa ini, sudah banyak mencapai prestasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, beberapa pencapaian prestasi yang sudah di capai yaitu akreditasi IAIN Curup secara kelembagaan B, akreditasi prodi Tadris Bahasa Inggris A, akreditasi perpustakaan IAIN Curup A, ada 12 Jurnal di IAIN Curup yang sudah terakreditasi dan akreditasi program studi Pascasarjana IAIN Curup B yaitu program studi MPI dan PAI., 3. IAIN Curup turut serta membangun potensi daerah, menuju daerah yaitu Kabupaten Rejang Lebong yang mandiri dan maju.

Kuliah iftitah di sampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Prof. Dr. Phil. H. Muhammad Nur Kholis Setiawan, M.A, menyampaikan beberapa hal tentang konsep Moderasi Islam yang manjadi salah satu core value yang dikembangkan oleh Kementerian Agama RI, dan menjadi visi IAIN Curup, yaitu 1. Konsep Moderasi Islam yaitu terbuka dengan ilmu pengetahuan, mampu mempertanggungjawabkan keilmuan di hadapan publik secara ilmiah dan menerima kritik dari setiap stakeholder., 2. Menggunakan nalar, intelektualitas dalam membangun paradigma keilmuan, berdasarkan kemampuan berpikir yang sehat, mampu menganalisis dan menyajikannya dengan sistematis.,

3. Menyadari keterbatasan diri, bahwa setiap insan memiliki kekurangan dan kelemahan, tidak sepantasnya manusia bersikap sombong dan angkuh dengan kemampuan yang dimiliki., 4. Menjadi insan yang tawadu’ seperti yang di lakukan oleh para Ulama kita sebelumnya., 5. Bermanfaat bagi orang lain, bahwa setiap yang dilakukan harus berorientasi pada manfaat, dengan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki bermanfaat bagi orang lain, keahlian yang dimiliki membantu orang lain, kebaikan yang bermanfaat bagi perubahan perilaku orang lain, bahwa orang yang bermanfaat adalah yang beruntung di dunia dan akhirat, hal ini yang harus di capai di setiap insan dan lembaga yang ada.

Menjadi pembelajaran penting bagi civitas akademika IAIN Curup untuk meng-aktualisasikan indikator moderasi Islam dalam proses pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Dokumentasi Kuliah Iftitah bersama Sekjend Kementerian Agama RI :

Penyambutan Sekjend Kementerian Agama RI
Tradisi Tari dan Musik Khas Rejang Lebong dalam Menyambut Tamu
Foto Bersama Sekjend Kementerian Agama RI, Rektor, Pemda Rejang Lebong dan DPRD
Para Undangan Kegiatan Kuliah Iftitah
Mahasiswa Baru, Peserta Kuliah Ifitah

admin

Dr. Sumarto, M.Pd.I Dosen Pascasarjana IAIN Curup, Tinggal di Curup - Bengkulu - Indonesia, Keilmuan Manajemen Pendidikan Islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *